Sabtu, 11 April 2015

Puisi : Dengan Judul Indonesia



By Erina Dwi Lestari

Semarak senyum keindahan memancar
Jaya raya hati bergelora
Dengan kaya alamu yang tiada tara
Sepanjang Sumatera hingga Irian Jaya
Seluas Selatan hingga Utara

Pusaka terindah yang pernah tertitip
Indah citra lezat tercicip
Saat percik kilau mutiara samudera berkelip
Seraya sejuk belantara hijau membuai kulit

Gunung tinggi berdampingan bersama lautan
Lautan biru nan dalam penuh sesak akan kekayaan
Tergambar jelas dalam bingkai sekali kata
Berukir indah tersebutlah Nusantara

Tak ku ragu tuk memujamu
Kekaguman jiwa yang takkan terkikis masa
Karya indah Sang Maestro Pencipta

Tersebutlah indah dengan judul Indonesia

Puisi : Gelora Tak Terungkap



By Erina Dwi Lestari

Kala cinta menyapa raga
Rasa sunyi seakan sirna dari dunia
Kala cinta terus bersandiwara
Pahit di jiwa jauh terkubur tak lagi rasa

Cinta menari dalam angan fantasi
Membelit asa, ciptakan mimpi
Terus pompa setiap detakan nadi
Mengalir deras dalam samudera di hati

Cinta merayu, dusta pun tahu
Hilang semua tertutup rindu
Yang tak permisi untuk dijamu
Agar  siapkan sajian raga terbaikku

Inilah cinta, begitulah cinta
Penuh misteri tanpa uraian kata
Datang berjalan membawa gelora

Gelora cinta, ya hanya cinta


Puisi : Hanya pada Indonesia



Hanya pada Indonesia
By Erina Dwi Lestari

Rayu indah dari dia dan mereka
Tak buatku berpaling padamu
Kilau cantik pesonanya dia dan mereka
Tak ku indahkan walau kau tak secerahnya
Apa?
Dalam hati ku bertanya
Begitu hebatkah dirimu?
Apa yang ku inginkan atas itu?
Yang buatku tak bisa berpindah ke lain tempat

Dia dan mereka memang begitu gemerlap
Penuh janji akan kejayaan
Namun tak ada dari dia dan mereka
Yang berhasil memberi kesan teramat dalam

Kau telah merawat ibuku hingga ia lahirkan ku
Dilahirkan untuk dibesarkan dan dididik
Untuk buat kau dapat membiaskan cahaya
lebih dari dia dan mereka
Untuk dapat kembali
Merawat generasi selanjutnya

Biarkan ku tumbuh dan berkembang
Sampai layu dan berguguran
Pun daku berharap tetap padamu lah dalam tidur panjang nan lelap
Biarkan ku rasakan hangat tanah lahirku
Memeluk disaat dingin dingin jasadku

Bukan padanya
Bukan pada mereka

Tapi, hanya kau Indonesia

Puisi : Malam Di Ujung Senja



Malam Di Ujung Senja
By Erina Dwi Lestari

Senyum dan tawa tertinggal bayang
Ingatku terlampau jauh liar selalu terpampang
Rajutan cinta terhenti ku yakin bukan penghabisan
Lilitan kasih tetap ku simpan

Inikah penggalan terpahit itu?
Yang ‘tlah dijanjikan oleh Sang Pemilikmu?
Bersikeras tegak  walau masih dadaku berontak
Tertuntut menelan walau teramat pilu

Cintaku terambil di ujung senja
Senja yang harap bisa puaskan mata
Citra indah nun jingga dan tak berlangsung lama
Segera terganti langit kelam yang sesakkan dada

Seraya menunggu malamku datang
Ku menari dalam luka dan menangis dalam suka
Malammu yang ‘tlah menjerat dan senjaku yang segera berlalu
Berharap  menatap indahnya sang mentari pagi bergandengan

Cinta tetap di sana meski cinta takkan kembali
Biarkan ku ke sana, jemputlah daku di penjelangan
Indahkan dalam penantian, tuk kucepat rasa bersama

Abadi, tak terpisah selamanya