Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 April 2015

Puisi : Gelora Tak Terungkap



By Erina Dwi Lestari

Kala cinta menyapa raga
Rasa sunyi seakan sirna dari dunia
Kala cinta terus bersandiwara
Pahit di jiwa jauh terkubur tak lagi rasa

Cinta menari dalam angan fantasi
Membelit asa, ciptakan mimpi
Terus pompa setiap detakan nadi
Mengalir deras dalam samudera di hati

Cinta merayu, dusta pun tahu
Hilang semua tertutup rindu
Yang tak permisi untuk dijamu
Agar  siapkan sajian raga terbaikku

Inilah cinta, begitulah cinta
Penuh misteri tanpa uraian kata
Datang berjalan membawa gelora

Gelora cinta, ya hanya cinta


Puisi : Malam Di Ujung Senja



Malam Di Ujung Senja
By Erina Dwi Lestari

Senyum dan tawa tertinggal bayang
Ingatku terlampau jauh liar selalu terpampang
Rajutan cinta terhenti ku yakin bukan penghabisan
Lilitan kasih tetap ku simpan

Inikah penggalan terpahit itu?
Yang ‘tlah dijanjikan oleh Sang Pemilikmu?
Bersikeras tegak  walau masih dadaku berontak
Tertuntut menelan walau teramat pilu

Cintaku terambil di ujung senja
Senja yang harap bisa puaskan mata
Citra indah nun jingga dan tak berlangsung lama
Segera terganti langit kelam yang sesakkan dada

Seraya menunggu malamku datang
Ku menari dalam luka dan menangis dalam suka
Malammu yang ‘tlah menjerat dan senjaku yang segera berlalu
Berharap  menatap indahnya sang mentari pagi bergandengan

Cinta tetap di sana meski cinta takkan kembali
Biarkan ku ke sana, jemputlah daku di penjelangan
Indahkan dalam penantian, tuk kucepat rasa bersama

Abadi, tak terpisah selamanya

Puisi : Hilang



Hilang
By Erina Dwi Lestari

Mengapa ada cinta di saat cinta tak miliki cinta
Dari awal kuyakini, engkaulah pemilik rusukku
Dari awal kuamini, kau kan setia padaku
Meraba masa depan, harap indah bayangan cerah

Ucap rayu manismu membelai pendengaran
Desah nadi hidupku, ku berikan tak ada kurangnya
Tapi kau biarkan semua berlalu bagai debu tertiup lembayu
Biarkan ku merangkak tertatih mulai berjalan
Sakit memang tanpa awal jelas dan akhir jelasnya
Memikir kau terpejam pergi, ku bernafas menunggu

Air mata kosong semakin deras berurai
Kosong hampa tak tahu apa
Ku berdiri walau ku tak ingin berdiri
Ku berjalan walau ku tak sanggup berjalan
Ku tundukan pandangan, ku sematkan rindu di hati
Dan tak biarkan kau berlalu

Senyum-senyum luka ku coba kembangkan
Senyum hampa tak berarti apa
Ku bosan walau ku tak mengerti bosan
Ku benci walau ku sanggup membenci
Ku angkat pandangan, ku sematkan cinta semati

Dan tak biarkan ku terlalu

Selasa, 15 Februari 2011

Temukan Cinta Anda


Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaanpun menjadi menggembirakan.

Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kerja anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.

Bila toh anda juga tak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadi tujuan tampak menyenangkan juga.

Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda : tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja.

Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.

sumber : http://www.ebookdahsyat.cjb.net